Newest Post

"BAGI WARGA PERUMAHAN GRAHA SURYA MAS YANG INGIN MENYUMBANGKAN ARTIKEL UNTUK BULETIN ATAU BLOG INI, SILAHKAN KIRIMKAN ARTIKELNYA KE EMAIL KAMI : ertedelapanmedia@gmail.com ATAU HUBUNGI TIM REDAKSI, TERIMAKASIH"
Tampilkan postingan dengan label Lentera Hidup. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Lentera Hidup. Tampilkan semua postingan

HIKMAH YANG TERSIMPAN PADA SOSOK ORANG GILA

| Sabtu, 22 Maret 2014
Baca selengkapnya »
Orang gila itu pun akhirnya meninggal dunia. Orang yang selama hidupnya sering bikin resah, sering bikin anak2 ketakutan, sering bikin para orang tua khawatir akan keselamatan anak2nya dan yang sering mengusik kenyamanan itu kini telah tiada.

Orang gila itu memang tidaklah asing dimata penduduk desa itu. Karena ia terlahir disana. Ia menderita gangguan jiwa semenjak kecil. Meski menyebabkan rasa takut dan khawatir, tapi sebenarnya dia tidaklah berbahaya. Dia tidak pernah menyerang, dan dia tidak pernah pula menyakiti siapapun.

Kematiannya diusia yang  muda (30 tahun) menjadi buah bibir penduduk desa itu. Bermacam2 respon diperlihatkan. Ada yang merasa kehilangan dan juga ada yang merasa senang karena orang yang salama ini membuat resah kini pergi dan tidak akan pernah kembali.

Sebelum jenazah diberangkatkan, tiba2 ustadz Ridwan, seorang ustadz muda yang sangat disegani datang membelah kerumunan penduduk yang mengerumuni jenazah yang tergeletak tidak berdaya di dalam keranda. Setelah mendekat di dapan keranda sang ustadz muda ini menyampaikan pidato pelepasan jenazah.

“ Bapak2 dan saudara2 yang dirahmati Allah, salah satu saudara kita telah dipanggil keharibaan Allah Subhanahu wata’ala. Telah kita ketahui bersama bahwa selama hidupnya almarhum telah menjadi bagian dari kehidupan kita. Mungkin diantara Bapak2 dan Saudara2 sekalian ada yang merasa tidak nyaman dengan keberadaan beliau, ada yang pernah disakiti oleh beliau dan ada yang pernah dibuat resah oleh beliau.

Tapi meskipun demikian, pada kesempatan ini saya tidak akan memintakan maaf untuk beliau kepada anda semua. Karena sebenarnya ketika beliau berbuat salah, ketika beliau berbuat yang menyakitkan, ketika beliau mengganggu kenyamanan anda dikerenakan kebiasaannya mengetuk pintu rumah anda untuk meminta makanan, baik diwaktu pagi, siang bahkan tengah malam sekalipun, Allah Subhanahu wata’ala tidaklah mencatatnya sebagai perbuatan dosa. Dengan kondisi yang terganggu jiwanya, seberapa jauh dia menyakiti hati anda, tidaklah berdosa dia dihadapan Allah Subhanahu wata’ala. Tapi justru sikap kesal kita yang kita tunjukkan kepada beliau, sikap benci kita, sikap kasar kita, sikap buruk kita, serta penolakan kita ketika beliau minta makanan itulah yang dinilai oleh Allah sebagai perbuatan dosa.

Keberadaan beliau ditengah-tengah kita adalah atas taqdir Allah. Dan setiap kehendak Allah yang diberlakukan tidak ada yang sia2. Semuanya pasti ada maksud dan tujuannya. Dan Allah hendak menguji kita, sejauh manakah keimanan kita mampu melahirkan sikap dan perilaku yang baik. Bahkan terhadap seorang yang terganggu jiwanya sekalipun.

Oleh karenanya dalam kesempatan ini, kita semua yang hadir disini, mari kita bersama-sama memohon maaf kepada beliau atas sikap kita selama ini, dan memohon ampun kepada Allah atas segala kekhilafan kita selama ini, yang tidak bersikap yang semestinya kepada almarhum.

Mari kita bersistighfar dengan penuh penghayatan dan pengharapan datangnya ampunan dari Dzat Yang Maha Pengampun. Smoga istighfar kita diterima oleh Allah Subhanahu wata’ala..aamiin.”

Seusai sang ustadz menyampaikan pidatonya, suasana pun jadi hening. Dari raut  wajah sebagian besar penghantar jenazah menampakkan penyesalan yang begitu mendalam. Mereka menyesal, karena selama ini mereka kurang begitu tanggap dan memperhatikan keberadaan almarhum. Begitu dalamnya penyesalan yang terpendam, sehingga tidak sedikit diantara mereka yang meneteskan air mata.


Shobat, segala ketetapan Allah di dunia ini tidak ada yang sia2, ada maksud dan tujuan dibalik itu semua. Oleh karena itu berupayalah untuk bersikap yang tepat dan benar.
Semoga kita dapat mengambil iktibar dari kisah ini. Assalamu'alaykum..........

HIKMAH YANG TERSIMPAN PADA SOSOK ORANG GILA

Posted by : ADMIN
Date :Sabtu, 22 Maret 2014
With 0komentar

MENGAMBIL HIKMAH DARI PERTUMBUHAN POHON

| Sabtu, 15 Maret 2014
Baca selengkapnya »
Pohon tumbuh dari sebuah benih yang tertanam didalam tanah.
Kemudian benih menjelma menjadi tanaman dan kemudian terus tumbuh menjadi pohon yang besar dan kokoh.

Meskipun pohon tumbuh besar dan rantingnya semakin tinggi menjulang kelangit, tapi dia tetap berpijak pada tanah, bahkan akar-akarnya semakin menghujam kokoh mencengkeram setiap sudut tanah dengan kuat.

Dalam keadaan yang sangat bergantung dan tidak lepas dari tanah, yang sangat menarik adalah buah yang dihasilkan pohon tersebut tidak semuannya kembali ke tanah. Akan tetapi buah yang dihasilkan olehnya sebagian besar adalah untuk dinikmati oleh semua makhluk yang hidup diatas tanah.

Kita pun juga demikian. Kita ini seperti pohon. Kita terlahir didunia. Kita hidup didunia dan kita tidak bisa lepas dari kehidupan dunia.

Kalau sebatang pohon sangat terikat dengan tanah, kita pun sangat terikat dengan dunia.

Tapi hasil jerih payah pohon dalam bentuk buah yang dihasilkan bukanlah semuanya untuk tanah, akan tetapi sebagian besar untuk semua makhluk yang ada diatas tanah, sehingga apa yang dihasilkan banyak memberikan manfaat.

Maka kita pun harus demikian.
Jerih payah kita dalam kehidupan di dunia ini tidak selayaknya sepenuhnya untuk kehidupan dunia kita semata.
Akan tetapi lebih dari itu, hendaknya kita tujukan untuk kehidupan akherat kita. Agar menjadi jerih payah yang benar-benar bermanfaat.

“Dan carilah pada apa yang telah dianugerahkan Allah kepadamu (kebahagiaan) negeri akhirat, dan janganlah kamu melupakan bahagianmu dari (kenikmatan) duniawi...”.
(Q.S. Al-Qashash :77)

MENGAMBIL HIKMAH DARI PERTUMBUHAN POHON

Posted by : Ahmad Zainul Ma'arif
Date :Sabtu, 15 Maret 2014
With 0komentar

PELAJARAN DARI TUKANG CUKUR

| Rabu, 12 Maret 2014
Baca selengkapnya »
Sang ustadz muda benar2 sangat memperhatikan penampilan dan kerapian. Hadis Rasulullah yang artinya : “Sesungguhnya Allah itu indah dan sangat menyukai keindahan” benar2 sangat menghujam dalam hatinya. Secara rutin 2 bulan sekali dia merapikan rambutnya yang tebal itu.

Seusai rambutnya tercukur rapi sang ustadz  pun beranjak dari tempat duduknya. Setelah beliau memenuhi kewajibannya memberikan upah pada si tukang cukur, ia pun melangkahkan kakinya menuju pintu keluar. Tiba2 langkah nya terhenti ketika hadir dalam pandangan matanya berdiri seseorang  diseberang jalan.
Dengan pakaian yang compang camping, badan lusuh, rambut panjang kumal dan berantakan orang gila itu sempat membuat mata sang ustadz tak berkedip.

Seraya membalikkan badan sang ustadz berucap :
“ Mas, sampaian  (anda) lihat orang gila diseberang itu. Perhatikan baik2 rambutnya, sangat berantakan. Saya berfikir kalau nggak ada tukang cukur rambut seperti mas ini, pasti orang sedunia rambutnya akan berantakan. Nggak ada yang rapi….”

Dengan mimik yang agak sinis karena merasa diledek sama sang ustadz, mas tukang cukur berkata :
“ Bukan begitu ustadz, rambut dia berantakan karena dia tidak datang kesini. Seandainya dia mau datang kesini pasti rambutnya sudah saya cukur rapi……”


Mendengar jawaban mas tukang cukur sang ustadz tersenyum. Sambil mengangguk-anggukkan kepalanya sang ustadz berkata :
“ Ya mas, ya mas sampaian (anda) benar, benar sekali. Tahukah mas kenapa didunia ini banyak orang yang gelisah, banyak orang yang susah banyak yang putus asa, sedih, merana dan lain sebagainya.
Yang miskin susah dengan kemiskinannya. Yang kaya gelisah dengan kekayaannya. Yang pejabat tidak tenang dengan jabatannya. Yang bawahan selalu merasakan hidupnya sangat rendah dan direndahkan. Segala permasalahan hidup yang menghampiri kehidupan mereka menjadi beban yang seakan-akan sulit untuk memikulnya. Tahukah mas kenapa demikian..?”

“ Wahduh, nggak tahu ustadz, kok ustadz malah tanya ke saya….??”

“ Kalau orang gila itu kumal karena nggak mau datang ke tukang cukur seperti mas. Kalau mereka itu susah hidupnya karena mereka tidak mau datang ke Allah Subhanahu wata’ala. 

Allah adalah sumber dari kebahagiaan. Allah adalah Dzat Yang Maha Berkehendak yang apabila Dia berkehendak tidak ada yang dapat menghalanginya. Dia akan memberikan rizki kepada siapa saja yang ia kehendaki. Dia akan member petunjuk kepada siapa yang ia kehendaki. Dan tidak ada orang yang lebih bahagia melainkan orang yang telah mendapatkan petunjuk-Nya. 


Allah adalah Dzat Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang, maka barang siapa yang mendapat kasih dan sayangnya sungguh dia memperoleh ketenangan dan ketentraman hidup.
Allah adalah Dzat Yang Maha Mengetahui atas segala sesuatu, maka barang siapa yang mendekat kepada-Nya pasti Dia akan menunjukkan jalan penyelesaian dari setiap permasalahan dan akan menunjukkan kepadanya jalan menuju kebahagiaan.


Maka selayaknyalah kita selalu berusaha mendekat kepada Allah. Disaat susah maupun senang. Disaat sempit maupun lapang. Dengan datang kepada Allah kita akan menjadi dekat dengan-Nya. Dan dengan dekat dengan-Nya maka hidup kita akan tentram dan bahagia , disetiap saat, disetiap waktu. Karena Dialah sumber dari kebahagiaan.

Disaat susah kita akan senantiasa bersabar, karena akan selalu timbul keyakinan pada diri bahwa pertolongan Allah sangatlah dekat, dan dengan kesabaran itu Allah akan memberikan kekuatan dan ketengan batin. Disaat senang kita akan selalu bersyukur, karena kita yakin bahwa kesenangan itu datangnya dari Allah, dan dengan sikap syukur itu Allah akan menambahkan nikmatnya dalam kehidupan kita. Begitulah mas…, kalau ingin hidup bahagia maka datangilah Dzat pemilik kebahagiaan.”

Mas tukang cukur pun manggut2 mendengar penjelasan Pak Ustadz. Lalu dia merenungkan kehidupan yang sudah ia jalani. Dia baru sadar bahwa datangnya rasa gelisah, susah, putus asa dan hidup yang sarat dengan beban yang sering ia rasakan selama ini adalah  dikarenakan dia jauh dari Allah Subhanahu wara’ala. Maka ia pun mulai berkomitmen bahwa mulai saat ini dia harus dapat meraih kebahagiaan, ketenangan ketentraman dalam kehidupannya dengan selalu berusaha mendekat kepada-Nya

PELAJARAN DARI TUKANG CUKUR

Posted by : ADMIN
Date :Rabu, 12 Maret 2014
With 0komentar

JADIKAN HATI KITA SEPERTI KACA YANG BENING

| Sabtu, 08 Maret 2014
Baca selengkapnya »
Setiap kali kita ingin mengetahui perkembangan waktu, saat itu pula kedua mata kita akan tertuju pada sebuah alat penunjuk waktu. Dan ketika pandangan kita mengarah kesalah satu alat penunjuk waktu (jam dinding misalnya), yang nampak dalam pandangan kita adalah sebuah benda pipih dengan deret angka melingkar, dan terdapat beberapa anak jarum jam didalamnya.

Sadarkah kita bahwa ada satu benda bagian dari komponen jam itu yang eksis tapi sering kita lewatkan ?? Benda itu adalah kaca yang melekat pada jam tsb. Setiap kita memandang jam dinding seakan kita meniadakan eksistensi kaca tsb. Seolah-olah kaca itu tidak ada, padahal kenyataannya adalah ada. Pandangan kita selalu terfokus pada deret angka dan anak jarum yang menunjukkan waktu, inilah yang menyebabkan keberadaan kaca itu hilang dalam pandangan kita.

Sekarang lupakan jam dinding. Mari kita melihat matahari di siang hari, atau melihat bulan dimalam hari, atau memandang lautan yang luas terhampar, gunung yang kokoh tinggi menjulang, beraneka ragam binatang yang terkecil hingga terbesar, dan banyaknya fenomena alam yang terjadi dihadapan kita atau dibelahan bumi yang lain. Sesungguhnya semua yang kita lihat itu ada sesuatu yang sering terlewatkan, sebagaimana kita melewatkan eksistensi kaca ketika kita melihat jam dinding. Disamping apa yang nampak dalam pandangan kita, disitu terdapat eksistensi Allah. Dalam pergerakan matahari disiang hari ada eksistensi Allah, dalam perdaran bulan ada eksistensi Allah, dalam hamparan lautan luas terdapat eksistensi Allah, dalam kokohnya gunung dan berbagai fenomena alam terdapat eksistensi Allah. Kalau disekeliling kita terdapat ayat2 Allah yang tersirat, lalu mengapa kita lebih sering lupakan Allah daripada mengingat-Nya..??, bukankah ini menunjukkan betapa buramnya kaca hati kita, yang menyebabkan kita sangat sulit melihat keberadaan Allah dalam semua hamparan ayat-ayat (tanda2 eksistensi) –Nya.

Mari kita bersama-sama membersihkan hati kita dari semua kotoran yang mengotorinya. Agar cahaya-Nya dapat di transformasikan secara sempurna dalam hati, sehingga hati kita memiliki hati yang terang benderang yang senantiasa, diterangi dengan cahaya petunjuk-Nya.

JADIKAN HATI KITA SEPERTI KACA YANG BENING

Posted by : Ahmad Zainul Ma'arif
Date :Sabtu, 08 Maret 2014
With 0komentar
Prev
▲Top▲